Sopir Angkot Kewalahan Jelaskan Ongkos Naik

Labi-labi Banda aceh - Parlemen News

ParlemenNews, Banda Aceh – Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BMM) mulai dirasakan oleh masyarakat di Aceh. Sejumlah tarif angkutan mulai merangkak naik saat ini. Meskipun pihak Organisasi Angkutan Darat (Organda) Aceh belum mengeluarkan tarif resmi.

Seorang petugas penjualan tiket di terminal mobil angkutan antar kota di Lueng Bata, Banda Aceh, Abdul Wahab mengaku kewalahan menghadapi penumpang yang tidak mengetahui kalau BBM sudah naik. Hal ini akibat kurangnya sosialisasi pemerintah terkait BBM naik dan bisa memicu konflik penumpang dengan sopir. “Yang lebih parahnya lagi, ada sopir yang belum tau kalau BBM sudah naik. Itu kawan saya pernah terkejut waktu isi minyak di SPBU. Kalau memang ada perubahan BBM, harusnya pemerintah sosialisasikan ke seluruh masyarakat,” pinta Abdul Wahab, Kamis (2/4) di terminal Lueng Bata, Banda Aceh.

Katanya, selain menyusahkan penumpang, harga BBM naik juga mengakibatkan harga suku cadang mahal. Hingga pemilik kendaraan merugi, karena harus merogoh kocek lebih banyak untuk melakukan perawatan rutin terhadap mobilnya. “Sekarang inisiatif dari kami sendiri untuk merubah harga, dan penumpang juga kadang sudah maklum,” kata Wahab.

Untuk saat ini, tarif angkutan umum di terminal Lueng Bata dinaikkan Rp 5.000,- hingga Rp 15.000,-. Kenaikan tarif, ditentukan berdasarkan jarak perjalanan. Kata Wahab, perjalanan dari Banda Aceh menuju Sigli dinaikkan Rp 5.000,- karena jaraknya hanya sekitar 100 Km. “Kalau dulu dari Banda Aceh ke Lhoksumauwe Rp 75 ribu sekali jalan, sekarang kita kasih tarifnya Rp 90 ribu,” tutupnya.

Pemerintah kembali menaikkan harga BBM bersubsidi wilayah luar Pulau Jawa, Madura, dan Bali sebesar Rp 500 per liter dari harga lama. Harga solar naik menjadi Rp 6.900 per liter, dari mulanya Rp 6.400 per liter. Sementara premium naik menjadi Rp 7.300 per liter, dari harga Rp 6.800 per liter.

Adapun wilayah Jawa, Madura, dan Bali, harga BBM jenis premium naik menjadi Rp 7.400 per liter dari harga awal Rp 6.900 per liter. Sementara harga solar sama dengan ditetapkan di luar Jawa, Madura, Bali, yaitu Rp 6.900 per liter. “Sekarang harganya sudah mahal jadinya berat di ongkos. Makanya terpaksa saya kurangi jadwal pulang,” kata Ariansyah.

Sementara itu, Nahkoda KM Arjuna, Hendi (60 tahun), salah satu penyedia jasa transportasi laut menuju Pulo Aceh mengatakan, selepas kenaikan harga BBM terpaksa para pengusaha angkutan laut menyesuaikan tarif.

Buat rute Banda Aceh-Lampuyang-Pulo Breuh tarif angkutan saat ini naik Rp 5 ribu per orang dari harga sebelumnya Rp 20 ribu. Kenaikan ini, kata Hendi, disesuaikan dengan kenaikan harga bahan BBM di pasaran. “Tidak ada ukuran resmi kenaikan harganya, tapi harus kita naikkan tarifnya rata-rata Rp 5.000,-. Ditambah lagi kebijakan baru mengenai pemakaian solar juga sangat sulit saat ini. Jadi sangat berpengaruh,” kata Hendi. (aw/PN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *