Sambut Ramadan, KORPRI DPD RI Adakan Tausyiah

Parlemen News

ParlemenNews, Jakarta – Sabar, ketaqwaan, dan menghilangkan sifat sombong menjadi modal dasar penting dalam melaksanakan ibadah puasa Ramadhan. Ketiga hal tersebut jika dilakukan, akan mendapatkan hasil yang maksimal dalam melaksanakan ibadah puasa. Hal tersebut menjadi materi dalam kegiatan Tausiah yang diadakan oleh KORPRI DPD RI di Lobby DPD RI, Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (16/6). Kegiatan ini menghadirkan Ustad KH Khoirul Anam. Tausiah tersebut merupakan kegiatan rutin yang dilakukan menjelang Ramadhan oleh KORPRI DPD RI. Tema dalam tausiah kali ini adalah “Dengan Menjalankan Ibadah Puasa Ramadhan Kita Tingkatkan Etos Kerja Yang Amanah.”

Mengawali acara Tausiah tersebut, Wakil Sesjen DPD RI, Zul Evi Astar mengemukakan bahwa dalam puasa nilai kesabaran dan ketaqwaan sangatlah penting, terutama jika diimplementasikan ke lingkungan kesehariannya, salah satunya dalam lingkungan pekerjaan. Dalam sambutannya tersebut, Zul mengatakan bahwa saat melakukan ibadah puasa, terdapat dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu hubungan vertikal dan horisontal. Selain mendekatkan diri ke Tuhan (vertikal), kita juga harus dapat menjaga hubungan baik dengan sesamanya (horisontal), termasuk dengan rekan kerja.

“Sabar merupakan bagian dalam berpuasa. Diharapkan dengan adanya puasa juga terdapat nilai positif, berupa peningkatan ketaqwaan kepada Tuhan. Hubungan dengan atasan ataupun dengan bawahan juga harus mampu berjalan dengan baik. Secara vertikal adalah mampu menjalankan segala perintah dan menjauhi larangan, dan secara horisontal adalah dengan bersikap saling menghormati,” kata Zul.

Senada dengan Zul Evi Astar, KH Khoirul Anam dalam tausiahnya juga mengatakan bahwa saat melaksanakan ibadah puasa, kesabaran dan ketaqwaan harus ditingkatkan, dan menjauhi sifat sombong, agar manfaat puasa dapat diperoleh, terutama saat Lailatul Qadar. “Kesabaran harus selalu ditingkatkan dalam puasa. Sabar harus dilakukan baik dalam menjalankam perintah Allah, dan sabar juga harus dilakukan dalam menjauhi perintah Allah,” ujar Khoirul.

Menurut Khoirul, dalam kesabaran, terdapat tiga ujian kesabaran, yaitu sabar dalam menjalankan perintah Allah, menjauhi larangan Allah, dan sabar dalam memperoleh kenikmatan. Dalam kaitannya dengan etos kerja, Ramadhan juga mengajarkan pada disiplin dan etos kerja yang tinggi karena dengan puasa, orang akan dituntut untuk selalu sabar dan ikhlas. Selain itu, sifat sombong juga merupakan satu hal yang harus dihindari. Karena sifat sombong merupakan salah satu sifat yang mampu meruntuhkan akhlak seseorang dalam berperilaku. “Puasa harus dilaku dengan ikhlas, niat tulus, hati dan suci untuk mendapatkan makna puasa yang benar,” ujar Khoirul saat menutup tausiahnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *