14 December 2017

Pembangunan Gedung DPR: Keinginan atau Kebutuhan

Gedung DPR - Parlemen News

ParlemenNews, Jakarta – Pembangunan Gedung DPR akan dilaksanakan dan telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Jokowi. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua DPR Setya Novanto dalam pidato penutupan masa sidang III 2014/2015 di rapat paripurna DPR RI.

”Rencana itu perlu dikaji derajat urgensinya. Pihak DPR harus jelaskan ke publik secara detail mengapa perlu membangun gedung baru, sehingga seluruh rakyat bangsa ini faham tentang perlu tidaknya gedung wakil rakyat itu dibangun” ujar Laode ida kepada Parlemennews.co.id (27/04/2015).

Mantan Wakil Ketua DPD RI tersebut menambahkan “Kita semua tahu di era Ketua DPR Marzuki Ali rencana yangg sama pernah diajukan, namun batal akibat reaksi penolakan dari masyarakat demikian luas. Nah, apakah sekarang sudah dianggap sangat mendesak? Pertanyaan inilah yg harus tuntas dijawab. Perlu dicatat bahwa kerap para pengambil kebijakan terjebak pada “memenuhi keinginan”, bukan “kebutuhan”.

“Suatu usulan, dalam konteks ini, boleh jadi hanya keinginan saja. Tetapi bisa juga jadi “kebutuhan”. Untuk memastikan apakah itu kebutuhan atau keinginan, maka diperlukan kajian khusus. Istilah yang tepat digunakan adalah pre-audit (audit sebelum program disetujui). Dan para pengambil kebijakan kemudian harus patuh pada hasil pre-audit itu. Ini artinya, pihak DPR seharusnya terlebih dahulu meminta tim khusus yg netral dan berintegritas untuk lakukan kajian khusus itu. Presiden Jokowi pun sebenarnya sangat perlu menerapkan mekanisme pre-audit ini sebelum menyatakan setuju atas rencana pembanguna gedung baru DPR itu” tutup Ida. (Cong73/PN).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *