18 February 2018

Parlemen RI Tolak Tawaran Barter Tahanan dari Australia

Jakarta: Eksekusi mati duo ‘Bali Nine’, Myuran Sukumaran dan Andrew Chan, semakin dekat. Semakin gigih pula upaya Australia untuk menyelamatkan dua warga negaranya itu.

Setelah upaya intervensinya gagal, kini Australia menawarkan penukaran tahanan. Pemerintah Negeri Kanguru itu ingin Sukumaran dan Chan ditukar dengan narapidana WNI yang dipenjara karena kasus yang sama.

Ketua DPR Setya Novanto mengatakan hubungan kedua negara memang harus dijaga baik. Namun bukan berarti harus dengan cara tukar menukar tahanan.

“Tentu masalah ini, kedua negara bilateral kita junjung tinggi, kita perbaiki. Caranya tidak perlu barter-barteran,” tegas Setya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (5/3/2015) seperti yang dilansir dari halaman metrotvnews.

Setya mengatakan masing-masing negara memiliki perangkat hukum. Negara juga tak boleh mencampuri putusan hukum pidana di negara lain. Karena itu terkait dengan kedaulatan.

Walau menyarankan untuk tidak menerima tawaran Australia, Setya menyerahkan seluruh keputusan kepada pemerintah.

“Karena pemerintah lah yang paling berwenang,” katanya.

“Saya rasa itu proses hukum, DPR tidak bisa intervensi proses-proses hukum. Kita serahkan pada pemerintah,” tambah politikus partai Golkar ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *