14 December 2017

Pandangan Pejabat Tentang IPDN (Bag. 1)

Parlemennews. Usulan Ahok kepada Jokowi tentang pembubaran IPDN mendapat penolakan dari berbagai pihak, mulai dari alumni, tokoh masyarakt, kepala daerah, menteri bahkan sampai wakil presiden, berikut kutipannya pernyataan mereka.

 

Wapres Jusuf Kalla

sekolah pemerintahan harus tetap ada.”Ya namanya usul, terserah saja. IPDN kan tetap dibutuhkan untuk birokrasi di pamong praja. Sekolah apa kalau tidak ada sekolah pamongnya? Khusus pamong, camat, lurah itu harus pendidikannya. Pemerintah Dalam Negeri harus ada sekolahnya juga,” (detik.com)

 

Walikota Bogor, Arya Bima

Alumni STPDN atau IPDN yang sudah banyak berkarir dipemerintahan adalah bukti jika mereka semua adalah pelayan masyarakat yang handal

 

Ketua Komisi II DPR Rambe Kamarul Zaman

“Yang sudah ada, sudah baik, kok malah mau dibubarkan. Kalau ada sesuatu yang nggak cocok, diubah, diperbaiki, bukan dibubarkan,” (detik.com)

 

(baca juga WAPRES, MENTRI, GUBERNUR, WALIKOTA, CAMAT, SENATOR,ANGGOTA DEWAN,IPDN KITA PERLUKAN 2)

 

Camat Rungkut Kota Surabaya, Ridwan Mubarun

Ahok itu juga manusia, punya khilaf. Semoga mendapat hidayah agar dalam berstatement berikutnya tidak distruktif. Para alumni bisa memaafkannya, Ridwan juga meminta agar para alumni yang lain tidak terpengaruh dengan tetap melakukan tugas mengayomi dan memberikan pelayanan maksimal pada masyarakat.
Menurutnya, semuanya ini sesuai dengan didikan di IPDN yang mengutamakan menjadi seorang pamong praja yang ngemong, mengayomi dan melayani masyarakat. “Karena beliau (Ahok)  termasuk warga negara. Mari kita emong,” (detik.com)

 

Direktur Lembaga Kajian Pemerintahan Indonesia (LKPI), Rahmat Hollyson

Artinya IPDN sudah ada dari dia (Ahok,-red) masih anak ingusan. Dan kita perhatikan lagi, dari sabang hingga marauke, dari mianggas hingga pulau rote alumni (IPDN,-red) itu tetap diperlukan. pejabat-pejabat di daerah memberikan kepercayaan dan apresiasi kepada alumni IPDN “Contoh terakhir yang paling dekat ini. Salah satu alumni STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri,-red) angkatan ke 5 di Sumsel  itu ditunjuk sebagai pejabat bupati dengan umurnya yang saya rasa masih 40 tahun itu masih muda (Beritaempat.com)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *