18 February 2018

Jika Jadi Tersangka: Kemendagri Tak Akan Berhentikan Ahok

Parlemennews – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan Basuki Tjahja Purnama (Ahok) tidak akan dicopot dari jabatannya sebagai Gubernur DKI Jakarta, meski jadi tersangka kasus pidana seperti fitnah dan pencemaran nama baik anggota DPRD DKI Jakarta.

Kepala Pusat Penerangan Kemendagri Dodi Riyatmadji mengatakan, sampai saat ini belum ada peraturan yang menyebutkan Ahok harus diberhentikan sementara atau seterusnya jika jadi tersangka.”Jika jadi tersangka, Ahok tidak akan diberhentikan dan akan terus menjalankan tugasnya,” ujar Dodi.

Sementara itu, Ketua Panitia Angket M Ongen Sangaji mengungkapkan, pihaknya akan memanggil istri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan. Namun mengenai apa yang akan dibicarakan, dia belum mau banyak bicara. “Konteksnya banyak, bisa dilihat nanti.Setelah itu CSR, SKPD juga dan selanjutnya Pak Gubernur,” ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/3).

Rencananya, pemanggilan akan dilakukan pada Senin 16 Maret 2015. Ternyata pemanggilan ini terkait dengan foto yang beredar saat Veronica yang memimpin rapat bersama adik Basuki, Harry Basuki di ruang rapat pimpinan.”Pokoknya, Ahok Center akan dipanggil juga. Itu kan CSR dananya, harus dipertanggungjawabkan. Pasti diaudit,” tutupnya.

Sebelumnya, beredar foto rapat yang dipimpin oleh istri dan adik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan dan Harry Basuki. Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani memberikan penjelasan bahwa rapat itu tidak membahas mengenai program kerja Pemprov DKI Jakarta. Yang dibicarakan adalah percepatan revitalisasi Kota Tua. Yani mengatakan, Veronica terpanggil untuk melakukan pembenahan terhadap salah satu warisan sejarah tersebut.

“Bu Veronica ini istilahnya merasa terpanggil saja setelah lihat Kota Tua dan Taman Fatahillah.Dia menyayangkan kok ada fasilitas yang bagus dan terkenal tapi berantakan, banyak kaki lima, trotoarnya jumpalitan, batu-batunya copot-copot,” ungkapnya.

Veronica sebagai inisiator, lanjut Yani, akhirnya mencoba untuk mengkomunikasikan hal itu dengan SKPD terkait. Kemudian, beberapa dinas sepakat untuk melakukan rapat setiap Kamis. “Kami sepakat, setiap hari Kamis ngumpul. Ini soalnya juga bisa jadi persiapan buat KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Asia Afrika. Dan ini baru dilakukan tiga kali,” ujar perempuan yang pernah dijagokan dalam bursa Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Yani sempat menyayangkan pihak-pihak yang mempermasalahkan niat Veronica Tan untuk penataan Kota Tua ini. Sebab, menurut Yani, hal ini bisa berdampak terhadap SKPD terkait yang dikhawatirkan kembali enggan untuk diajak berdiskusi. (aw/PN)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *