Fraksi Golkar Dukung Amandemen UUD 1945 Namun Dengan Prinsip Kehati-hatian

Pasuruan – Anggota Fraksi Partai Golkar Dewan Perwakilan Rakyat Mukhamad Misbakhun mendukung upaya penguatan demokrasi melalui rencana amendemen kelima Undang-Undang Dasar 1945 namun harus dilakukan dengan hati-hati.

“Amendemen (kelima UUD 1945) harus hati-hati karena menyangkut hal mendasar dan fundamental,” kata Misbakhun di Pasuruan, Rabu (4/3).

Hal itu dikatakan Misbakhun dalam acara sosialisasi Empat Pilar MPR RI di Kantor DPD Golkar Kabupaten Pasuruan. Kegiatan itu dalam rangka agenda reses Masa Sidang II Tahun 2014-2015.

Dia menjelaskan kehati-hatian seperti konsep demokrasi yang selama ini dianut yaitu satu orang satu suara apakah merupakan bentuk demokrasi ideal.

Menurut dia apakah konsep demokrasi satu orang satu suara sudah mewujudkan sistem kemusyawaratan.

“Apakah MPR RI sudah sesuai dengan fungsi dan kewenangannya serta apakah sudah sesuai dengan keinginan para pendiri bangsa,” ujarnya.

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu menjelaskan amendemen UUD 1945 pertama hingga keempat bertujuan untuk memperkuat posisi kenegaraan dan demokrasi Indonesia.

Konteks amendemen saat itu, katanya, karena demokrasi disalahtafsirkan misalnya jabatan presiden sehingga poin tersebut diamendemen.

“Kita sepakat bahwa isi batang tubuh UUD 1945 bisa diamendemen karena yang tidak bisa diamendemen adalah pembukaan UUD 1945 yang menjadi semangat kehidupan berbangsa dan bernegara,” katanya.

Misbakhun mengatakan seluruh Fraksi di MPR RI sudah sepakat membentuk panitia ad hoc untuk amendemen UUD 1945 kelima tersebut. Hal itu menurut dia bertujuan untuk memperkuat sistem demokrasi dan kenegaraan Indonesia.

“Namun komitmen terhadap empat pilar (MPR RI) harus kita jaga karena kita pernah kehilangan Timor Timor, Pulau Sipadan, dan Pulau Ligitan,” ujarnya.

Selain mengunjungi DPD Kabupaten Pasuruan, Misbakhun juga mengunjungi pengujungi pengurus dan anggota Muslimat NU di Desa Randugong, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan.

Dalam rangkaian agenda reses itu, Misbakhun akan mengunjungi 16 titik di swilayah Kota Pasuruan, Kabupaten Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, dan Kota Probolinggo, Jawa Timur dari 1-7 Maret 2015.

Misbakhun mengunjungi jaringan masyarakat, jaringan pendukung, dan struktur Partai Golkar di wilayah tersebut.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *