18 February 2018

DPD RI Tuntut Penyelesaian Kisruh Sepakbola Secepatnya

Dialog Kenegaraan DPD - Parlemen News

ParlemenNews, Jakarta – Dewan Perwakilan Daerah RI akan selalu mengawal dan memantau proses penyelesaian mengenai kisruh sepakbola dan diharapkan langkah penyelesaian dapat diterapkan secepatnya, agar masyarakat sepakbola tidak semakin dirugikan. Kata Habib H. Said Ismail, Anggota Komite III DPD RI, saat menjelaskan sikap DPD RI terhadap permasalahan sepakbola di Indonesia dalam acara Dialog Kenegaraan yang diselenggarakan di DPD RI hari Rabu, (3/6).

Adanya konflik dalam dunia sepakbola Indonesia yang melibatkan antara Kemenpora dan PSSI terkait keberadaan mafia sepakbola, dan berakhir pada adanya sanksi dari FIFA menjadi sorotan Komite III yang salah satunya menangani dunia olahraga. Selain adanya kisruh antara Kemenpora dan PSSI, permasalahan sepakbola di Indonesia juga terdapat pada sisi penghargaan pada para pemain sepakbola. Permasalahan gaji yang terlambat dan permasalahan ekonomi yang dialami oleh mantan atlet sepakbola yang dulu berprestasi, juga menjadi salah satu permasalahan yang harus segera ditangani.

Senada dengan Habib, Zuhairi Misrawi yang merupakan Koordinator Tim Transisi Pembenahan Tata Kelola Sepakbola Indonesia, juga mengatakan bahwa persoalan sepakbola Indonesia mulai dari tidak adanya prestasi, tidak adanya transparansi dalam pengelolaan uang penyelenggaraan sepakbola, dan kasus-kasus mafia judi serta kekerasan dalam sepakbola.

Adanya permasalahan dalam sepakbola Indonesia saat ini, juga dianggap merugikan para pemain yang menggantungkan pendapatannya dari permainan sepakbola. Hal itu disampaikan oleh Jannes H. Silitonga, Head of Legal Division Asosiasi Pemain Profesional Indonesia (APPI). “Pemain sepakbola di Indonesia kurang diperhatikan baik oleh PSSI atau Kemenpora, seperti permasalahan penggajian, ataupun perawatan saat cedera. Salah satu akibat dari kisruh adalah terhentinya pertandingan sepakbola, yang terjadi adalah tidak diperolehnya pendapatan dan nasib yang tidak jelas bagi para pemain”, terang Jannes.

Dalam upaya penyelesaian permasalahan ini, DPD RI menuntut adanya tindak nyata dalam penanganan kisruh sepakbola di indonesia. Agar kedepannya tidak semakin merugikan masyarakat sepakbola, mulai dari pemain, pelatih, dan sektor-sektor ekonomi yang ditopang oleh penyelenggaraan sepakbola. Pemerintah juga harus memberikan perhatian lebih, dengan mengagendakan program yang bertujuan untuk menjaring bibit baru dan melakukan pembinaan untuk mendapat bintang baru di sepakbola.(ars/dpd)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *