Buah Simalakama Calon Kepala Daerah Partai Golkar

agung vs ical - parlemen news

ParlemenNEWS, Jakarta – Pelaksanaan pemilukada serentak kepala daerah semakin dekat, tentunya partai politik harus sudah mempersiapkan para kader terbaiknya untuk bersaing dengan kader partai lainnya pada pesta demokrasi pemilihan Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota yang akan dilaksanakan secara serentak. Namun hingga saat ini Partai Golkar masih mengalami perselisihan internal.

Terkait dengan hal tersebut, Dr. Rahmat Hollyson menyampaikan bahwa Partai Politik harus sudah mempersiapkan putra-putri terbaik bangsa dalam perebutan kursi   Gubernur/Wakil Gubernur, Bupati/Wakil Bupati dan Walikota/Wakil Walikota, tidak terkecuali untuk partai Golkar. Partai ini juga harus sudah mempersiapkan kader-kader terbaiknya untuk mengikuti pesta demokrasi tersebut. Ironisnya Partai Golkar sedang “tersandera” dengan perselisihan internal terkait dengan legalitas pengurus partai, sesalnya.

“Situasi dilematis ini pasti sangat mengganggu bagi kader terbaik partai golkar yang akan mencalonkan diri maju dari partai Golkar, Jika merapat ke Kubu Agung Laksono, maka akan sulit mendapatkan restu dari kubu ARB, demikian juga sebaliknya jika merapat ke kubu ARB maka disangsikan akan mendapat dukungan dari kubu Agung Laksono,” ujar Direktur Lembaga Penelitian Lembaga Kajian Pemerintahan Indonesia (LKPI) ini kepada Parlemennews.co.id hari Rabu (01/04/2015) di Komplek Parlemen Senayan.

Dalam perspektif yang hampir sama Dr. Mohammad Mulyadi Peneliti P3DI DPR menegaskan bahwa kader Golkar yang akan maju dalam Pilkada mendatang “tersandera” oleh konflik elit Golkar yang ada di DPP. Hal yg paling buruk mungkin terjadi adalah absennya kader partai beringin tersebut dalam pilkada tahun ini.

“Kalaupun ikut, kisruh ini akan menghambat program pemenangan sejumlah kader Golkar yg akan turut serta dalam Pilkada,” sebut Mulyadi.

Sedangkan Presiden Government Research Institute (GRI) Dr. Sri Sundari mengakui bahwa pasca penetapan kubu Agung Laksono sebagai pengurus yang sah oleh Menkunham, tentu sekarang legalitasnya ada di kubu Agung Laksono. “Tetapi disisi lain kubu ARB sedang membawa perkara legalitas kepengurusan ini dengan menyamaikan ggugatan ke PTUN. Pertanyaannya sekarang, bagaimana seandainya kubu ARB menang?” tanya Sri Sundari.

Menurutnya situasi rumit ini hanya dapat diselesaikan dengan adanya kepastian hukum terhadap status kepengurusan partai yang sah. “Oleh karena itu kebijakan para petinggi partai ini sangat menentukan nasib partai ini kedepannya,” tutupnya. (cong73/PN)

Related posts

1 Comment

  1. asmarni

    Sokusinya tentu kembaki kpd partai golkar,bicaralah dari hati kehati,dan tentu isi pembicaraan untuk kepentjngan partai,tdk ada masalah yg tdk bisa diselesaikan,kadang2 yg merusak krn orogansi dari imnun partai , niat vaik caranya salah, akhirnya akan merugi dan menurunkan kridibilitas partai.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *