Birokrasi dan Manajemen Perubahan

Baharuddin Thahir - Parlemen News

Perubahan merupakan suatu keniscayaan pada kehidupan manusia. Setiap mahluk hidup pasti akan mengalami perubahan, baik dalam konteks fisik, prilaku hingga peradaban. Berkaitan dengan ini, filsuf Heraclitus mengatakan bahwa di dunia ini tidak ada yang permanen, kecuali perubahan. Pernyataan tersebut kiranya masih mengandung kebenaran sampai saat ini. Berbagai faktor yang menyebabkan perubahan bisa bermacam-macam, misalnya semakin besarnya tuntutan dari luar individu atau organisasi. Hal yang sama berlaku pada organisasi pemerintahan.

Perubahan pada dunia pemerintahan semata-mata dilakukan untuk merespons dinamika internal dan eksternal. Perubahan dilakukan oleh setiap pihak yang menyadari bahwa proses itu penting bagi peningkatan kualitas pelaksanaan fungsi pemerintahan. Bahkan reformasi pemerintahan yang dilakukan saat ini dapat dipandang sebagai upaya dan pendekatan untuk  memecahkan masalah yang timbul akibat adanya perubahan.

Oleh karena perubahan sebagai suatu keniscayaan maka pimpinan organisasi pemerintahan dituntut memiliki (1) kepekaan terhadap perubahan-perubahan yang terjadi diluar organisasi yang dipimpinnya; (2) mempunyai keterampilan dan keberanian untuk melakukan perubahan didalam organisasi demi peningkatan kemampuan organisasional untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan; dan (3) mampu memperhitungkan dan mengakomodasikan dampak dari perubahan-perubahan yang terjadi itu.

Sampai disini, masalah klasik yang sering muncul sebagai salah satu bentuk respons terhadap perubahan ialah adanya pihak yang tidak setuju pada proses perubahan meski pihak tersebut menyadari bahwa perubahan tidak bisa dihindarkan. Dengan demikian manajemen perubahan menjadi suatu hal yang penting agar proses dan dampak dari perubahan tersebut mengarah pada titik positif.

Jika diasumsikan bahwa masalah birokrasi pemerintah daerah relatif sama dengan kondisi birokrasi di pusat maka lembaga tersebut masih dihadapkan banyak masalah dalam mengembangkan good governance, antara lain tantangan dalam pemberantasan KKN, clean government, kebijakan yang tidak jelas, kelembagaan belum ditata dengan baik, penempatan personil tidak kredibel, dan enforcement menggunakan sentra kehidupan politik yang kurang berorientasi pada kepentingan bangsa.

Tulisan ini mengetengahkan berbagai hal yang berkenaan dengan manajemen perubahan khususnya dalam konteks perubahan pada birokrasi pemerintahan. Pada bagian awal penulis menguraikan perubahan dan manajemen perubahan, selanjutnya dibahas pula eksistensi birokrasi dan dinamika perubahan yang diikuti dengan uraian tentang birokrasi pemerintahan dan responsifitas terhadap globalisasi serta manajemen perubahan dan tata kelola pemerintahan yang baik. Bagian akhir tulisan ini mengetengahkan aneka masalah yang seringkali menghadang proses perubahan serta cara mengatasinya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *