“Setelah 27 tahun jadi wartawan, baru kali ini saya ke keraton”

Forum Pemred - Parlemen News
ParlemenNews, Yogyakarta – Memasuki kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat atau Keraton Yogyakarta sejak pintu gerbang hingga Keraton Kilen memang tidak mudah bagi rata-rata orang, tak terkecuali wartawan selevel Pemimpin Redaksi (Editor In Chief). Kesempatan orang awam boleh mengitarinya. Keraton kini salah satu obyek wisata di Kota Yogyakarta.
Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) memang mengundang sejumlah pemimpin redaksi (pemred) media massa yang berbasis di Jakarta untuk berdialog dengan pimpinan DPD RI dan alat kelengkapan DPD RI dalam acara bertema DPD RI Menyikapi Situasi Politik dan Ekonomi Bangsa”, Jumat (10/4/2015). Lokasinya di Keraton Kilen, kompleks Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat, Yogyakarta. Sultan Hamengku Buwono X dan Gusti Kanjeng Ratu Hemas bertindak selaku tuan rumah (shohibul bait).
Pemimpin redaksi yang menghadiri acara adalah pengurus Forum Forum Pemimpin periode 2013-2015 seperti Ketua Forum Pemimpin Redaksi Nurjaman Mochtar (SCTV/Indosiar), Wakil Bendahara Marthen Selamet Susanto (Koran Jakarta), Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Keanggotaan Nasihin Masha (Republika), Wakil Ketua Bidang Kegiatan Muhammad Ihsan (Warta Ekonomi) beserta anggota-anggotanya seperti Usman Kansong (Media Indonesia/Metro TV), Heddy Lugito (Gatra), dan Ratna Susilowati (Rakyat Merdeka). Pengurus lainnya adalah Arifin Asyhdad (Detik.com), Arief Budisusilo (Bisnis Indonesia), Firdaus Baderi (Harian Ekonomi Neraca), Selamun Yohanes Bosko alias Don Bosco Selamun (Berita Satu), Saiful Hadi (LKBN Antara), Toto Irianto (Pos Kota), Ardian Taufik Gesuri (Kontan), Daru Priyambodo (Tempo), Muhammad Noer Sadono (Indopos), Kemal Effendi Gani (Swa), Asro Kamal Rokan (Jurnas.Com), dan Muchlis Ulies Windarto (MNC TV). Ishadi Soetopo Kartosapoetro (Komisaris Trans TV dan Trans 7) juga menghadiri dialog.
Di Keraton Kilen, Forum Pemimpin Redaksi bertemu Ketua DPD RI Irman Gusman (senator asal Sumatera Barat), Wakil Ketua DPD RI Gusti Kanjeng Ratu Hemas (senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta), Ketua Komite I DPD RI Akhmad Muqowam (senator asal Jawa Tengah), Ketua Komite II DPD RI Parlindungan Purba (senator asal Sumatera Utara), Ketua Komite IV DPD RI Cholid Mahmud (senator asal Daerah Istimewa Yogyakarta), Ketua Panitia Perancang Undang-Undang (PPUU) DPD RI Gede Pasek Suardika (senator asal Bali), dan Sekretaris Jenderal DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto.
Sebelum mulai, tetamu makan siang. Mereka mencicipi hidangan Sultan Yogyakarta yang disajikan Bale Raos, restoran di lingkungan keraton – tepatnya di area Kagungan Dalem Kemagangan. Banyak menu makanan, minuman, dan camilan unik yang namanya tidak familiar. Hanya di sini kita boleh mencicipinya.
“Tercatat dalam sejarah hidup saya, setelah 27 tahun jadi wartawan, baru kali ini saya ke sini,” Saiful Hadi membuka suara saat sesi tanya-jawab, seraya menegaskan bahwa acara ini dihadiri sebagian besar pemimpin redaksi media massa di Jakarta yang top. Dia pun mengajak DPD RI untuk memanfaatkan jaringan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) Antara sebagai kantor berita di Indonesia yang dimiliki oleh Pemerintah, yang jaringannya di daerah-daerah hingga ke luar negeri.
Arief Budisusilo juga mengaku baru pertama kali menginjakkan kakinya di keraton. “Matur sembah nuwun. Setelah 20 tahun jadi wartawan, kesempatan kali ini langka karena saya makan siang dengan sultan dan ratu.”
Arifin mengaku tidak selama Saiful menginjakkan kakinya di keraton. “Nasib saya tidak separah Saiful, 14 tahun cukup bagi saya bisa ke istana ini.” Baginya, kompleks keraton merupakan museum yang menyimpan berbagai koleksi kesultanan, termasuk pemberian raja-raja Eropa, replika pusaka keraton, dan gamelan. Arsitektur istananya khas Jawa, memiliki balairung, lapangan, dan paviliun.
Irman dan Ratu Hemas menyambut kehadiran jajaran Forum Pemimpin Redaksi. Irman menyatakan, DPD RI menyelenggarakan kegiatannya di istana Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat, karena keinginan tuan rumah bersambung dengan keinginan DPD RI mematuhi pembatasan pertemuan/rapat di luar kantor seperti hotel dalam rangka peningkatan efisiensi dan efektivitas kerja, sebagaimana larangan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan RB) Yuddy Chrisnandi bagi penyelenggara negara untuk pertemuan/rapat di hotel. Larangan belum dicabut terhitung sejak berlakunya per tanggal 1 Desember 2014.
Selaku tuan rumah yang menerima tetamunya, Sultan dan Ratu Hemas menampakkan kegembiraan, bermuka manis dan berbicara ramah dan ceria, berjabat tangan ketika bertemu dengan tetamunya. Selain menyambut tamu, dia mengajak tetamu berbicara dengan tuturan yang sopan dan santun, menyuguhkan makanan dan minuman agar tamu merasa nyaman karena penghormatan kita. Bahkan, Sultan bersedia untuk memenuhi permintaan tetamu untuk berfoto ria.
Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto mengatakan bahwa ide pertemuan antara DPD RI dan Forum Pemred setelah press gathering DPD RI yang terakhir di Kota Bogor tanggal 28-29 November 2014. “DPD RI ingin menjalin sinergi dengan pers, silaturahim pimpinan DPD RI dan pimpinan alat kelengkapan DPD RI dengan pimpinan puncak media massa. Semuanya (pemred) top.”
Jajaran Dewan Redaksi beranggotakan Pemimpin Umum, Pemimpin Redaksi, Redaktur Pelaksana, dan orang-orang yang berkompeten. Pemimpin Redaksi (Editor In Chief) bertanggung jawab terhadap mekanisme dan aktivitas kerja keredaksian dan jajaran keredaksian ke bawahnya. Jika Pemimpin Umum/Penanggung Jawab (General Manager) bertanggung jawab kepada seluruh aktivitas kelembagaan, baik kepada jajaran keredaksionalan maupun non keredaksionalan serta divisi-divisi lainnya, maka dalam kewenangannya Pemimpin Umum/Penangung Jawab mengangkat seorang Pemimpin Redaksi/Wakil Pemimpin Redaksi beserta jajaran ke bawahnya serta Pemimpin Perusahaan dan jajarannya.
Menanggapi ucapan Sudarsono, Nurjaman mengaku bahagia. “Kami bahagia di sebut posisi puncak.” Dia mengaku tidak menyangka kegiatan DPD RI yang banyak. Tahun 2015 ini saja, alat kelengkapan DPD RI mengadakan pertemuan dengan pemerintah sebanyak 28 kali.
Dijadwalkan, pertemuan sejenis akan diselenggarakan setiap enam bulan. (arn/dpd)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *