14 December 2017

Ada unsur Tebang Pilih Dalam Kasus Gatot Pujo Nugroho

Parlemen News

ParlemenNews, Jakarta – Ditangkapnya Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho dan Istri menjadi deadline hampir semua berita. Laode Ida memberikan apresiasi terhadap KPK atas kasus ini.

“Kita patut apresiasi terhadap KPK yang telah menersangkakan dan sekaligus menahan Pujo Nugroho, Gubernur Sumut bersama istri keduanya, Evi Susanti,” sebut Laode Ida dalam siaran persnya.  Pujo Nugroho terindikasi terlibat suap hakim PTUN Medan, termasuk melibatkan pengacara senior OC Kaligis. Kasus korupsi Gatot itu memang khas dan menarik, karna justru isteri keduanya barangkali digunakan khusus sbagai bagian dari jaringan mafia kasus-kasus hukum dan korupsinya. “Luar biasa memang, istri gubernur itu ternyata juga adalah Mafioso”.

Kemudian ditambahkan oleh Mantan Wakil Ketua DPD RI terebut “Kendati begitu, tindakan KPK dalam menangkap dan segera memproses Gatot dan istrinya, bisa juga dikatakan sebagai bagian dari tebang pilih. Atau, setidaknya bisa dikatakan sebagai pilih kasih dalam menjerat para kepala daerah yg korup. Mengapa? Pertama, kasus kepala daerah yg sudah teridentifikasi sebagai pemilik rekening gendut hingga sekarang didiamkan saja. Para kepala daerah itu umumnya bukan kader PKS. Shingga akan mengesankan KPK sedang menghabisi kepala daerah dari kader PKS. Kedua, para kepala daerah yang sudah terbukti sebagai penyogok Akil Muhtar hingga saat ini juga didiamkan saja. Baru satu orang dari Sumsel yg ikut jejak orang yang disogoknya itu, sementara lebih dari 10 kepala daerah lainnya masih saja dibiarkan bebas. Padahal dalam UU tentang Korupsi sangat jelas dikatakan “antara penerima dan pemberi sama-sama harus dihukum”. tegas Laode Ida. (PN/Cong 73)

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *