15 Tahun Reformasi, Negara Semakin Jauh Dengan Pancasila

Jakarta – Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Prof Dr Arief Hidayat menegaskan, mengungkapkan, 15 tahun reformasi, ternyata membawa negara ini semakin jauh dari Pancasila. Kondismembuat elit bangsa ini telah kehilangan orientasi (disorientasi) dalam berbangsa dan bernegara.

Bahkan, lanjut dia, lembaga negara kehilangan kepercayaan atau distrust, di mana antara lembaga satu dengan yang lainnya saling mencaci-maki, menghina, memojokkan, bahkan saling menjatuhkan. Kalau ini dibiarkan berlarut-larut, maka ini sebagai awal kehancuran bangsa dan negara.

“Jadi, kita memerlukan kesadaran bersama atas kenyataan bahwa warga bahwa ini telah kehilangan arah. Elit politik baik di eksekutif, legislatif, yudikatif dan lainnya harus membangun kesadaran itu dengan memasyarakatkan dan mengamalkan Pancasila,” ujarnya.

Kalau bangsa ini terus-menerus kehilangan arah, maka kehancuran akan segera datang. Dia menuturkan soal menurunnya pemahaman terhadap Pancasila dan konstitusi UUD 1945, adalah lemahnya elit politik dan pemerintahan dalam menyusun UU. Sebagai contoh, UU Air belum lama ini dibatalkan oleh MK, karena berlawanan dengan Pancasila dan UUD 1945. Dalam UU Air itu ada pasal liberal, sehingga swasta bisa menguasai sumber air. “Padahal, air dikuasai negara untuk kemakmuran rakyat,” tegas Prof Arief.

Ketua Badan Sosialisasi MPR RI Ahmad Basarah  dari FPDI-P bersama Ketua Mahkamah Konstitusi Arief Hidayat tampil sebagai pembicara dalam diskusi bertajuk “Sosialisasi 4 Pilar MPR RI, Pancasila sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara,Undang-Udang Dasar Negara Republik Indonesia Tahu 1945 sebagai Konstitusi Negara dan Ketetapan MPR RI,Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara” di gedung Perpustakaan MPR RI, Jakarta, Senin (2/3).

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *